Kamis, 25 November 2010

TIGER PASANG LAMPU HID / XENON

TAK BISA FOKUS

5703tiger-ganti-hid-yudi-1.jpgVirus atau tren penggunaan lampu HID (High Intensity Discharge) memang terus bertambah marak. Itu karena cahaya dari lampu ini jauh memang jauh lebih terang dibanding lampu standar. Dengan kondisi jalanan yang acap tanpa penerangan yang memadai, tentunya pakai lampu ini jadi jauh lebih aman. Selain itu lubang yang bertebaran di jalan pun bisa mudah dihindari.

Tapi, jika lampu ini diaplikasi pada Honda Tiger ada beberapa catatan yang kudu lebih dulu dipahami. "Banyak keluhan dari pengguna Tiger jika mereka pasang lampu HID. Kebanyakan datang kepada kami dengan masalah yang relatif sama," yakin Alex Iswandi dari Salfa Motor yang biasa terima pasang HID di motor. "Umumnya mereka datang karena sering dimaki orang di jalan. Selain itu juga, pancaran yang dihasilkan untuk menerangi jalan malah jadi tidak terlalu fokus," tambah pria bertubuh kurus ini.5704tiger-ganti-hid-yudi-2.jpg

Dimaki orang? Apa sebab? Tentu karena pakai HID tadi! Karena tau-nya, jika dipasang di head lamp standar Tiger, cahaya yang dikeluarkan menjadi berantakan. Cahayanya bisa kemana-mana! Naik apa? He..he.. becanda! Maksudnya ada yang ke atas, ke bawah bahkan ada yang seperti terpencar," tambah pemilik bengkel dari Jl. H. Jian No. 28, Cipete, Jakarta Selatan ini.

Karena pancaran sinar yang berantakan tadilah maka banyak pengguna Tiger yang membuat kesal pengguna jalan lain jika berpapasan. Sinarnya pasti bikin silau banyak orang. Untuk mengatasi ini ada dua alternatif yang ditawarkan Alex. "Pertama, mengganti reflektor pakai punya Yamaha V-ixion," lanjutnya dengan logat Betawi kental.

Sebab pancaran sinar yang tidak fokus tadi hanya karena ulah reflektor lampu. "Kebetulan pas dengan punya Tiger, jadi ya bisa dipasang," tambahnya. Tentunya reflektor yang dimaksud tadi adalah punya V-ixion lama yang bentuknya bulat atau sama dengan kepunyaan Tiger.

Masih menurut Alex, produk Yamaha ini bisa dibeli di banyak bengkel resmi Yamaha atau pusat spare-parts dan onderdil. "Kalau enggak salah harganya sekitar Rp 180 ribu," pastinya.

Jika tidak mau ganti reflektor, ada cara menarik lain yang bisa juga ditempuh. "Bisa juga dengan membuatkan proyektor di bagian dalam lampu," cerita pria yang bisa ditanya lebih lanjut di nomor telepon (021) 91782507.

Reflektor tadi bertugas membuat sinar lampu lebih fokus. "Hal itu bisa terjadi karena proyektor sudah terdiri dari lensa cembung yang mampu mengumpulkan sinar dan memancarkannya secara lebih fokus," timpal Adi, partner bisnis Alex.

Menurut mereka berdua, jika ingin memasang proyektor ini siapkan dana Rp 1,3 juta. Harga itu sudah termasuk HID dan onngkos pasang. Plus garansi untuk 1 tahun.

Bagaimana?

KAMPAS KOPLING KAWASAKI ZX UNTUK HONDA TIGER

AWET DAN MURAH

5905tiger-kampas-zx130-yudi-1.jpgBeberapa pengguna Honda Tiger banyak mengeluhkan kampas kopling umurnya pendek dan harganya lumayan mahal. Bahkan pernah terdengar beberapa kali kalau kampas tadi sampai hangus. Penyebabnya bisa karena cara berkendara dan ada juga yang mengeluhkan kualitas produknya.

Karena itu banyak yang mencoba cari solusi dari masalah ini. Misalnya saja Topo Goedhel Atmojo dari Tauco Custom (TC) yang pernah nerima pasien masalah seperti ini. Setelah dipelajari didapat solusi yang sudah diterapkan dan terbukti ampuh5906tiger-kampas-zx130-yudi-2.jpg.

"Setelah diperhatikan dan uji coba, menggunakan kampas Kawasaki ZX130 lebih bagus. Karena lebih kuat dan harganya juga murah," kata Topo.

Kampas kopling baru ini digunakan sebanyak 5 lembar. "Setiap lembarnya hanya Rp 25 ribu, jauh lebih murah kan dibandingan asli Tiger," lanjutnya.

Saat ini punya Tiger ada yang harganya Rp 95 ribu, malah sampai Rp 180 ribu. Tapi, memang kampas ZX130 ini tidak bisa langsung pasang. Harus ada sedikit modifikasi yang wajib dilakukan. "Perlu sedikit mengubah rumah koplingnya karena punya ZX sedikit lebih besar," kata pria asal Jawa Tengah ini.

Rumah kopling tadi bisa dibesarkan dengan sedikit menggunakan kikir atau gerinda juga bisa. "Sebab bagian yang harus dibuang sedikit. Saat pengerjaanya perlu hati-hati, takut kebanyakan atau malah bisa patah," tambah modifikator norak ini.

Jika sudah dapat ukuran pas untuk masuknya kampas tadi, artinya siap digunakan. Oh ya, kampas ZX tadi juga sama persis dengan KLX 150. Artinya punya KLX juga bisa dipakai tapi memang harganya sedikit lebih mahal.

KOPLING DIAFRAGMA HONDA BLADE 110 R

Perawatannya Sama .

2332perawatan-kopling_aong-1.jpgPasti sudah paham dong kalau Honda Blade, Revo 110 termasuk Yamaha Vega-ZR adopsi kopling pegas diafragma. Maksudnya bukan pakai per spiral seperti terlihat di rumah kopling generasi sebelumnya. Tapi pegas dari lempengan pelat baja yang bentuk lingkar dalamnya melengkung.

Bisa dikata, teknologi ini termasuk lawas yang kembali dipopulerkan dua merek motor sekaligus. Pasalnya di motor Suzuki Shogun 110, Suzuki Tornado dan generasi terdahulunya, komponen cuma ditopang 3 kampas dan 2 pelat itu lebih dulu diadopsi. Sebelum kembali ke model kopling per spiral.2333perawatan-kopling-blade_aon.jpg

Lucunya, sistim kopling macam ini kenapa kembali muncul. Konon alasan rasional pabrikan, yaitu lebih kepada nilai ekonomis guna menekan harga jual. Tentu dengan pertimbangan matang tanpa harus mengurangi keuntungan yang diperoleh konsumen.

Cuma yang jadi persoalan, ada anggapan kalau kopling model per diafragma kurang kuat juga susah dirawat. Bahkan untuk mencari per aftermarket-nya atau ingin meningkatkan performa termasuk paling sulit.

“Kalau soal perawatan, baik kopling per spiral atau diafragma sama saja caranya. Sebab kemampuannya tergantung dari ketebalan dan kinerja kampas dan pelat kopling itu sendiri,” jelas Haryadi Wijaya, Technical Support Division PT Astra Honda Motor (AHM).

2334perawatan-kopling-blade_boy.jpgTapi kalau dibilang tidak kuat dibanding per spiral, menurut Haryadi lagi, itu salah. Soale, dengan per diafragma justru daya cengkeram kampas dengan pelat kopling makin sempurna. Hal ini dikarenakan pegas mirip piring kecil lebih halus dan rata menekan dibanding hanya bertumpu pada ke-4 atau 6 per spiral.

Selain itu, kopling sistem ini mampu mengurangi gesek dan memperingan putaran kopling. Itu karena kampas kopling juga hanya tiga lembar. Sehingga tidak menimbulkan banyak gejala selip. Wajar kalau sistem diafragma juga lebih smoot karena karet peredam entakan yang dipasang antara gigi sekunder dan rumah kopling lebih banyak.

“Otomatis pakai kopling sistem ini bukan cuma harga motor dan part yang jadi murah. Daya tahan kampas dan pelat kopling pun jauh lebih awet dibanding pakai per kopling spiral. Jadi jangan takut kalau motor tidak bertenaga,” imbuh Haryadi.

Meski tahan lebih lama, namun untuk mengetahui kemampuan kampas dan pelat sudah mulai turun caranya pun tidak jauh beda. Misalkan dengan cara mengukur ketebalan kampas dan pelat pakai sigmat atau merasakan turunnya tenaga motor ketika dipakai jalan.

Tapi sebelum menuduh kampas atau pelat kopling mau habis, ada baiknya lakukan setingan ulang stut kopling. Setelan ada di bak kopling. Caranya, sama dengan bebek dengan per spiral.

Cukup kendurkan mur pengunci baut setelan kopling pakai kunci ring 14 ke kiri. Terus putar baut penyetel ke kanan (searah jarum jam) hingga terasa ada sentuhan. Lalu putar kembali ke kiri hingga mentok sampai terasa dan berhenti. Baru putar kembali baut penyetel ke kanan sebanyak 1/4 ~ 1/8 putaran dan kencangkan mur pengunci.

“Andai baut penyetel sudah diseting sesuai pentujuk namun tida ada perubahan, artinya pegas diafragma mulai lemah dan sudah waktunya minta ganti. Tapi waktunya cukup lama, lho,” tegas Haryadi.

FOOTSTEP RACING HONDA BLADE

MANFAATKAN PART BEKAS

5818footstep-yudi.jpgPemakai Honda Blade untuk kompetisi tapi punya dana terbatas musti putar otak kalau mau adopsi footstep racing kualitas wahid. Maksudnya, pijakan kaki balap nggak harus spesialis milik Blade, tapi bisa comot footstep bekas motor bebek merek lain.

“Footstep racing khusus buat Blade paling murah Rp 650 ribu, bermaterial duralium juga jarang di pasaran. Mending pakai footstep yang ada lalu tinggal sesuaikan braketnya,” jelas Iman Firdaus, mekanik Mentari Jaya Racing Team (MJRT), Jakarta Timur.

Artinya, dana minimal Rp 650 ribu enggak musti dikeluarkan hanya untuk footstep racing. Kata Iman, ambil aja footstep kompetisi untuk bebek apa aja, lalu dirancang ulang dudukannya.

Dilansir Iman, sebenarnya yang beda cuma pada braketnya aja. Makanya doi ambil footstep Yamaha Jupiter-Z bekas. Braket itu dibikin dari pelat yang panjangnya disesuaikan lubang baut di rangka Blade. Tepatnya footstep bekas Jupiter-Z dengan ketebalan 8 mm. Panjangnya sekitar 28 sampai 30 cm.

“Footstep yang sudah dibaut ke braket jangan dipasang dulu ke rangka. Kasih dumper sebelum braket dipasang,” ujar Iman yang bermarkas di Jl. Jati Perwira, Jakarta Timur.

Saran Iman, waktu kasih dumper minimal berbahan duralium. Tebalnya 13 mm yang dibentuk seperti bujursangkar. “Maksudnya biar getaran nggak langsung terasa ke kaki. Sebab kalau braket langsung dibaut ke rangka kasihan pembalap,” ungkap Iman.

Trik memanfaatkan footstep yang bukan peruntukannya itu juga bisa diterapkan ke bebek lain. Paling enggak pijakan bekas tadi bisa bermanfaat dan juga menghemat pengeluaran.

TUKAR SILANG KEM HONDA BEAT & BLADE

Perlu Bikin Bushing

5556subtitusi-kem-axl-1.jpgBikin ngibrit Honda Blade enggak perlu pusing. Apalagi kalau mencari part pengatur buka-tutup klep yang juga otak mesin empat langkah alias kem. Sebab, kini sobat bisa melirik noken as racing skubek. Utamanya, milik Honda BeAT. Jadi, enggak perlu susah mencari part racing Blade.

Makin mantap, karena banyak produsen part racing skubek juga menyediakan kem BeAT. Iya lha, kan sekarang ada matik race. Makanya, part racing skubek jadi ikut bermain. He..he..he... Boleh dibilang, makin jadi banyak pilihan yang bisa diboyong.

“Tapi, usahakan untuk mencari part yang memang bagus bahannya. Sedang pencarian durasi, belum tentu semua bisa langsung pakai. Tergantung kebutuhan juga seting yang diterapkan di mesin itu sendiri,” ujar Sartogu Monte dari tim Honda Banten.5557subtitusi-kem-axl-2.jpg

Saran pria yang akrab disapa Monte ini, cari kem racing yang sudah aplikasi pinggang dan lift klep tinggi. “Jadi, nantinya enggak perlu lagi dilas kemudian baru dipapas untuk cari durasi yang dimaui,” timpal pria berdarah Medan ini.

Iya, seperti kebanyakan metode yang dilakukan banyak mekanik ketika melakukan seting noken as. Sehingga, durasi yang diterapkan bisa lebih lama untuk membuat klep semakin tinggi membuka. Tidak sedikit kem racing yang sudah menerapkan pinggang atau lift tinggi untuk produknya.

Misalnya, kem Kawahara. Kem buatan produsen yang cukup digemari di kalangan pecinta pacuan matik ini sudah aplikasi apa yang disebut di atas. Dengan pinggang kem 26,8 mm dan tinggi 31,80 mm, sehingga noken as ini masih bisa dipapas tanpa perlu harus dilas terlebih dulu demi mencapai kontruksi yang diinginkan.

5558subtitusi-kem-axl-3.jpgApalagi setidaknya, kem yang dibutuhkan untuk Blade bermain di arena balap hanya di kisaran pinggang 26,5 mm dan tinggi 30 mm. Jelas makin mempermudah sobat karena cukup dilakukan teknik pemapasan aja. Tul gak?

Untuk pemasangannya, memang sedikit butuh keahlian expert sih. Sebab, harus mengakali di bagian kepala silinder. Terutama, bagian dudukan kem paling luar. Itu tuh, yang dekat gigi sentrik.

“Tapi, penyesuaiannya tidak hanya sebatas itu saja. Butuh bikin bushing lagi. Pastinya di bagian dudukan kem yang terletak di kepala silinder. Sebab, bearing yang dipakai BeAT dengan Blade memang memiliki ukuran yang berbeda,” ungkap Monte yang sudah puluhan tahun bergelut di dunia balap.

Oh, setelah dilakukan pengukuran, terbukti memang kalau bearing alias laher milik Blade lebih besar ketimbang BeAT. Jika kode laher Blade 6904, maka kode bearing yang ada pada BeAT 6902. Makanya, laher BeAT lebih kecil. Sementara untuk part yang lainnya, tetap masih bisa aplikasi milik Blade.“Termasuk untuk gigi sentriknya,” tambah pria ramah ini lagi.

Sementara untuk proses bushingnya sendiri, perlu ke tukang bubut. Tentu minta bantuan sang ahli demi membuat dudukan baru dengan bahan besi ancuran. Sebagai bahan patokan ukuran, setidaknya perlu bushing dengan ketebalan sekitar 4 mm untuk membuat kem BeAT berfungsi layaknya. Menurut Monte, ada keunggulan lain ketika menerapkan langkah alias metode ini.

"Karena bearing BeAT lebih kecil, putaran kem juga menajdi lebih fokus," katanya. Ibarat poros putaran yang terjadi, dengan laher kecil maka getaran yang diterima laher dan kem menjadi lebih minim ketimbang laher besar.

Selain itu ketika sudah aplikasi kem BeAT, juga tidak perlu khawatir ketika mengencangkan baut penahan pelatuk kem. Meski dikencangkan sekuatnya, dudukan baut tidak mungkin mendekati laher. Terutama ketika mesin mengalami pemanasan maksimal. Iya dong! Karena jarak baut dengan laher sekarang semakin jauh. Jadi lebih aman kan?

Silakan coba!

SUBSTITUSI CVT MIO KE NOUVO

Lebih Murah!
2010-05-07 21:23:27
4517hal12_nouvocvt1.jpgAda tawaran menarik buat sobat pemilik Yamaha Nouvo. Yakni, subsitusi kopling CVT di besutan kesayangan. Part penggantinya pun, juga tetap memakai skubek pabrikan berlogo garputala itu. Ya, dari Yamaha Mio.

“Ada dua cara bisa ditempuh. Mau subsitusi bagian atas aja atau keseluruhan,”ujar Agus dari Matic Shop di Jl. Ciledug Raya, No. 11, Ciledug, Tangerang. Maksudnya ganti bagian atas, sebatas kampas kopling dan mangkuk kopling.

Alasan subsitusi bisa dilakukan, karena harga part yang punya kode produksi 5LW (Nouvo) dan 5TL (Mio) ini berbeda. Tentu, lebih murah milik Mio ketimbang Nouvo. Misalnya, harga mangkuk kopling. Jika milik Nouvo dijual Rp 240 ribu, Mio dibanderol Rp 160 ribu.4518hal12_nouvocvt2.jpg

Tapi, sebelum sobat memutuskan untuk subsitusi silakan simak dulu penjelasannya. Jadi, tidak ada penyesalan di kemudian hari. Bagian pertama, secondary fixed. Part yang menjadi penopang sliding sheave ini punya perbedaan. Untuk diameter as misalnya. Punya Nouvo berdiameter 33 mm. Mio, 34 mm.

Memang sedikit lebih besar Mio. “Tapi kalau untuk motor yang sama-sama standar, punya Nouvo jauh lebih bagus. Karena di part milik Nouvo, belt bisa lebih turun dan putaran atas masih jalan,” aku pria 23 tahun ini.

Part kedua yang musti dibeli atau subsitusi, yaitu Secondary sliding sheave. Itu karena part ini mengikuti besarnya diameter lubang as fixed. Harga jual, Mio Rp 130 ribu. Sedang Nouvo, 190 ribu.

Oh ya! Jangan lupa untuk beli sil dan o-ring. Untuk sil Mio, dijual Rp 25 ribu. Nouvo, Rp 42 ribu. Sedang untuk o-ring, baik Mio dan Nouvo dijual Rp 25 ribu. Lanjut ke mangkuk kopling.

Mangkuk kopling Mio memiliki lebar 24 mm. Sedang Nouvo, sedikit lebih kecil. Tepatnya, 22 mm. Hal ini bisa disebabkan dari kampas kopling yang diaplikasi masing-masing tipe.

Kenapa milik Mio lebih lebar, itu karena lebar kampas mio sendiri yang lebih dimatlebar ketimbang Nouvo. Jika Mio memiliki lebar 21 mm, maka Nouvo hanya 15 mm. Itu yang bikin beda, lebar mangkuk kopling.

Bicara harga, mangkuk kopling Mio dijual Rp 160 ribu. Tapi, milik Nouvo dijual lebih mahal. Ya, Rp 240 ribu. Lumayan kan selisihnya bisa sentuh Rp 80 ribuan tuh! Sedang untuk kampas koplingnya sendiri, milik Mio dijual Rp 220 ribu. Nouvo, dijual Rp 285 ribuan.

Hal terakhir yang kudu diganti, yaitu per CVT. “Sebenarnya untuk punya Mio bisa disubsitusi ke Nouvo. Tapi tidak sebaliknya,” bilang Agus yang juga tidak hanya menjual variasi tapi part racing juga.

Kenapa milik Nouvo tidak bisa dipakai ke Mio, karena diameter per Nouvo lebih kecil ketimbang Mio. Jadi, dudukan per di sliding sheave tidak leluasa.

TUKAR SILANG V-BELT SKUBEK

Antara Vario-Skywave

4748cvt-vario-skywave-adib-1.jpgSaling substitusi komponen skubek ada juga yang unik. Hal ini terjadi antara Honda Vario dan Suzuki Skywave. Hasil uji coba mekanik terbukti didapat hubungan antara kedua skubek berbodi bongsor ini.

"Pertama mencoba v-belt antara Vario dan Skywave. Ukuran atau panjang sama," kata A Sin, mekanik bengkel Mili Moto di Jl. Panjang, No. 6C, Kelapa Dua, Jakarta Barat.

Tentu ukuran yang sama itulah yang menjadi dasar. "Perbedaan ada pada bentuk gerigi belt sehingga kami penasaran untuk saling tukar pakai," lanjut A Sin yang gak ada hubungan sama garam itu.

Jika coba dibandingkan, gerigi pada belt Vario memang lebih kecil. "Sedang belt Skywave jelas terlihat lebih gendut kalau dibandingkan dengan belt Vario," kata mekanik yang sebenarnya langganan komunitas moge ini.4749cvt-vario-skywave-adib-2.jpg

Dengan adanya perbedaan ini dipastikan ada juga efek yang dihasilkan jika saling tukar tadi, dan terbukti. "Vario standar lebih enak pakai punya Skydrive, baik untuk tarikan awal maupun putaran atasnya," beber pria bertubuh sedang ini.

Tapi, jika punya Vario dipakai di Skywave standar tidak dirasakan efek yang signifikan. "Malah terasa melemah atau jadi lambat," ungkap pria berambut pendek ini.

"Artinya jika jeroan Skywave sudah diganti, maka lebih cocok dengan belt yang memiliki gerigi lebih kecil atau kurus," ungkap pria yang juga mekanik panggilan ke rumah untuk urusan motor besar.

Bagaimana dengan harga? Dari price list di pedagang spare-parts, maka punya Honda Vario lebih mahal. Belt Vario dilego pada kisaran harga Rp 130 ribu. Sementara banderol belt Skywave hanya Rp 108 ribu.

Tuh!