Kamis, 25 November 2010

DINAMO STARTER YAMAHA MIO BORE UP

PAKAI DINAMO SUPRA

5901stater-mio---endro-1.jpgMesin skubek di bore up lebih dari angka 200 cc, pasti ada konsekuensi yang harus dibayar. Dinamo starter musti di up grade dengan komponen yang punya ampere lebih besar agar mesin mudah dinyalakan. Maklum, dengan kapasitas silinder besar, usaha poros engkol untuk menggebuk kompresi di ruang bakar juga butuh daya lebih kuat.

“Kalau hanya mengandalkan dinamo starter standar jelas tidak kuat ngangkat, lah. Selain itu juga butuh jumper aki yang biasanya bikin gigi starter di CVT mudah rompal atau patah,” ujar Anton Susanto, pemilik Yamaha Mio yang tinggal di Jl. Sumur Batu Raya, No. 13, Kemayoran, Jakarta Pusat.Atas dasar pengalaman, Anton berhasil ‘memutar’ otak guna mencari penyelesaian. Yup! Tanpa harus beli dinamo starter aftermarket yang harganya mencapai Rp 1,5 jutaan, doi cukup andalkan dinamo starter milik Honda Supra X 100.5902stater-mio---endro-2.jpg

“Sebelumnya, sudah tiga dinamo starter standar jebol. Baik itu dinamo sendiri juga gigi perantara. Kebayangkan harga dinamo Rp 280 ribu sedang gigi perantara sekitar Rp 120 ribu,” ungkap suami dari Larsih ini.Anton sendiri pilih dinamo starter Supra X karena memiliki gigi rasio tambahan. Dengan rasio itu, putaran untuk menggerakkan poros engkol menjadi lebih enteng. Beda sama Mio yang langsung andalkan gigi starter Knalpotdinamo ketemu gigi perantara sebelum ketemu gigi starter diporos engkol.

5903stater-mio---endro-3.jpgMenurutnya cara ini tidak perlu lagi tambah daya aki dan masih bisa andalkan aki standar. “Keunggulan lain, boks filter masih bisa dipakai meskipun skubek bore up hingga 250 cc jarang yang pakai boks filter,” jelas pria 28 tahun yang memang hobi oprek tapi gak punya bengkel.

Pakai dinamo Supra X artinya ada beberapa part musti disesuaikan agar bisa masuk di CVT Mio. Makanya dinamo starter Supra X musti dibubut, terutama bagian depan dudukan dinamo starter yang nantinya bisa masuk ke lubang dudukan dinamo di crankcase CVT. Adapun besar sisa bubutan sekitar 10 mm.

Selanjutnya bikin dudukan pemegang baut di bagian dinamo Supra X. Sehingga, posisinya lebih stabil dan juga bisa dipa kai untuk baut pemegang boks filter. Tapi, crankcase perlu dicoak (dilubangi) sedikit agar bagian belakang dinamo starter Supra X sejajar dengan gigi perantara.

Kelar urusan dinamo, lanjutkan ke gir starter yang nempel di poros engkol tepat di bagian CVT. Karena harus pakai rantai keteng, maka besarnya gigi-gigi harus disesuaikan dengan rantai. Kalau nggak, ada kemungkinan rantai loncat dari gigi ketika putaran gir kencang.

Keuntungan lain dari pemakaian rantai starter ini, semua gigi di part ketemu sempurna. Ya, tidak seperti hanya mengandalkan gigi dengan gigi semata. Selain menyebabkan beratnya putaran, hanya beberapa gigi saja yang saling beradu. Sedang rantai, hampir semua gigi bisa terpakai ketika berputar.

Bagusnya, kekencangan rantai starter bisa dijaga dengan tensioner. “Tensioner bisa pakai tensioner Supra X. Tapi bikin dudukan baut pemegangnya di CVT,” ujar Anton yang bisa diajak konsultasi lebih lanjut di nomor (021) 999-42-999.

Coba?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar