Kamis, 25 November 2010

UTILITAS SKUBEK

LANGSAM 1.700 RPM

5933langsam-skubek-yudi-1.jpgLatah atau kebiasaan kerap terjadi di dunia bikers. Termasuk latah mematok langsam skubek. Putaran idle disamakan dengan mesin motor bebek dan sport. Akibatnya fatal yang terjadi.

Di motor bebek atau sport, putaran langsam direkomendasikan pabrikan motor sekitar 1.400 rpm. Oleh mekanik atau pemilik motor bahkan diseting di bawah 1.000 rpm. Nah, kebiasan itu dibawa ke skubek. Langsamnya dibikin rendah banget. Ini mengundang masalah.

Katanya sih semakin rendah langsam bikin suara mesin adem. Enak didengar dan menandakan mesin bagus. Padahal yang terjadi malah salah kaprah.

Kebiasaan mematok langsam rendah terus terjadi juga di skubek. Putaran idle disamakan dengan bebek atau sport. Bahkan lebih rendah lagi. Kalau di skubek, risikonya banyak.

“Harusnya putaran langsam skubek 1.700 rpm (plus-minus 100 rpm),” jelas Handy Hariko, dari Deputy General Manager Technical Service PT AHM (Astra Honda Motor).5934langsam-skubek-yudi-2.jpg

Risiko bila kurang dari itu banyak. Seperti diutarakan oleh Novri Zainullah dari NZ Racing di Gondrong, Tangerang. Katanya ada pemilik Honda Vario yang mengadu. “Ketika mesin langsam dan digas mendadak timbul suara kasar. Tak.. tak...tak...,” jelas Novri yang berbadan endut itu.

Setelah dianalisa, suara timbul dari ruang CVT. Begitu dibongkar tidak ada masalah. Coba mesin dijalankan sambil tutup CVT dibuka. Sambil langsam dan digas mendadak. “Rupanya suara kasar timbul akibat V-belt mengayun menghantam bagian bawah rumah CVT. Timbullah suara kasat tak...tak...tak....,” jelas pemilik bengkel yang masih berusia 20 tahun itu.

Akhirnya putaran mesin coba diukur menggunakan takometer. “Ternyata langsam mesin berkisar 1.100 rpm. Sangat rendah sekali rupanya,” jelas bro yang juga punya tim balap itu.

Dari data itu bisa dijadikan input. Coba langsamnya dibikin sesuai anjuran pabrik. “Yaitu 1.700 rpm. Begitu digas mendadak, suara kasar hilang. Sebab V-belt tidak mengayun tiba-tiba,” analisa bro yang masih kuliah ini.

Kerugian kedua akibat langsam rendah pada skubek yaitu mesin gampang mati. “Ketika lepas gas tanpa engine brake, putaran mesin mendadak turun langsung drop dan mati,” jelas Ribut Wahyudi, mekanik Bintang Niaga Jaya di Cibinong.

Apalagi ketika malam hari. “Begitu lampu dinyalakan, putaran mesin ada beban dari sepul lampu. Putaran dapur pacu turun 200 rpm. Jelas gampang mati bila langsam sangat rendah,” jelas Ribut yang suka damai ini. Pisss....

Kejadian ini pernah dialami oleh pemilik Vario yang servis di bengkel Ribut. Entah sebelumnya servis dimana. Setelah dilakukan pengukuran takometer, karena dropnya rpm bila lampu dinyalakan.

Terakhir, kelebihan dimiliki skubek Honda. Bila langsam lebih dari 1.700 rpm, ketika sakelar elektrik starter ditekan, tidak fungsi. Dinamo tak muter. Sehingga bikin aman sistem starter.

Itu yang terjadi di skubek. Di motor umumnya, bila langsam kelewat rendah juga bahaya. Pompa oli tidak bekerja sempurna. Tekanan pelumas kurang maksimal. Sehingga daya lumasnya kurang dan berakibat bahaya. Gesekan yang terjadi sangat tinggi, ini bikin komponen cepat aus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar