Kamis, 25 November 2010

GANTI SIL CVT SKUBEK

Indikatornya Oli Rembes

4457ganti-sil-dvd.jpgSebab tenaga skubek jadi loyo bisa dirunut dari mesin atau CVT. Yang agak repot jika disebabkan komponen dalam CVT. “Untuk melacak kerusakan kudu bongkar cover CVT guna mengetahui dari mana sumber masalah. Apakah dari belt selip atau sepatu kampas aus. Dan ini berlaku di semua merek skubek,” ujar Eksa Syahputra alias Medi, mekanik Medi Speed.

Tapi menurut Medi, mudah saja untuk mendeteksi itu. Sebelum komponen dilepas satu per satu, coba lihat sekeliling rumah CVT apa ada bercak oli melekat ke salah satu komponen. Jika tampak, artinya oli itu yang jadi biang skubek lelet. Apalagi CVT paling anti sama yang namanya debu, oli dan air.

“Ingat, jika bercak oli cuma di rumah kopling sentrifugal, itu karena oli sil sliding sheave minta diganti. Tapi, kalau ada di balik puli depan juga banyak rembesan, yakinlah kalau sil kruk-as atau sil as girboks bocor. Makanya oli mesin banyak rembes,” lanjut pria tinggal di Jl. Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan.

Setelah diketahui masalahnya, maka oli sil kruk-as atau as girboks wajib diganti. Caranya, seperti biasa komponen puli dan belt dibongkar dulu agar sil rusak yang ada dibalik puli bisa diganti.

“Harga sil kruk-as atau sil as girboks, untuk produk Yamaha Mio sekitar Rp 15 ribuan. Juga tidak beda jauh dengan harga produk skubek lain seperti Honda BeAT atau Suzuki Spin 125,” wanti bapak satu anak ini.

Cuma yang perlu diperhatikan saat bongkar-pasang sil, pastikan mangkuk puli, sepi serta peranti yang mengganggu proses pemasangan untuk dilepas lebih dulu. Maksudnya biar sil bisa dipasang kembali dengan rapi juga tidak bocor.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar