Kamis, 25 November 2010

KARBURATOR

GEJALA & PENYEBAB BANJIR

6007karburator-adib-1.jpgKarburator banjir bisa jadi penyebab kebakaran. Api timbul dari tetesan bensin yang jatuh ke kabel switch rem. Sayangnya, banyak pengendara anggap karbu banjir itu masalah sepele. Apalagi, gejalanya seperti ada masalah pada kelistrikan, busi waktunya ganti, atau masalah pilot dan main-jet.

Ada beberapa gejala banjir yang umumnya bisa dirasakan. Pas pagi hari atau setelah mesin dimatikan susah buat dihidupkan. Kalaupun mau dihidupkan, gas kudu dibuka besar-besar.

Kalaupun mesin sudah nyala, ketika motor sudah jalan tapi berkali-kali gejala mau koit kalau gas ditutup penuh. “Efeknya paling jelas masalah saat akselerasi,” jelas Slamet, Technical Service Instructur Division Head PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), Jakarta Pusat.6008karburator-adib-2.jpg

Masalah karbu banjir bisa juga dilihat langsung. Karburator berembun. “Bensin punya suhu rendah. Karburator banjir bikin efek temperatur rendah di sekitarnya. Tapi, kan suhu di luar karbu panas yang bikin mengembun,” tegas Slamet yang bermarkas di DDS Yamaha, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Perlu brother tahu kalau yang namanya bensin meluap dari karbu bisa kejadian di merek atau jenis motor apapun. Tidak tertampungnya bensin di mangkuk karbu lantaran usia beberapa komponen pendukung sudah uzur.

“Contoh usia pelampung dan roketnya sudah musti diganti. Kalau pelampung enggak bisa naik, bensin bisa jadi banjir,” beber Dian Prasojo, mekanik bengkel Mandiri Motor, Jakarta Barat.

Artinya, ada dua komponen di mangkuk karburator yang bisa dianggap jadi penyebab banjir. Paling penting setelan pelampung yang kelewat rendah.

“Setelan pelampung sebenarnya harus dicek setiap servis berkala. Itu sudah aturan kerja. Nanti bisa ketahuan apakah tinggi setelan sudah sesuai yang direkomendasikan,” urai Slamet.

Kayak omongan Dian yang bilang kalau usia pelampung juga ikut menentukan. Ada bagian dari pelampung yang bisa berpengaruh pada kondisi setelan.

“Ada jenis karburator yang pegangan untuk penyetelnya dari pelat, tapi ada juga plastik (gbr. 1). Kalau plastik lebih cepat aus dan setelan bisa berubah,” sebut Dian yang bermarkas di Jl. Panjang, Kebon Jakarta Barat.

Setelan pelampung dan kondisi pegangan setelan dicek, coba tengok jarum pelampung alias roket (gbr. 2). Komponen yang bekerja naik-turun bisa jadi memang sudah waktunya harus diganti.

“Banyak faktor jarum aus. Bahannya sejenis karet yang lama-kelamaan getas sehingga jadi enggak bisa berfungsi maksimal waktu bensin masuk ke mangkuk karburator,” lugas Slamet yang juga jadi instruktur senior di Yamaha Enginering School (YES).

“Kotoran dari bensin juga bisa mengganjal naik-turunnya needle valve. Ya, jadi bikin banjir,” pasti Slamet.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar