Kamis, 25 November 2010

KIPROK BOCOR

Gejala dari Aki dan Sein

5245aki-axl-1.jpgKiprok alias regulator rectifier atau silicon controlled rectifier juga bisa bocor. Kebocoran kiprok banyak penyebabnya. Problem yang muncul pun bisa diketahui gejalannya lewat beberapa komponen yang ada di motor.

Gejala paling sering muncul dari kiprok bocor yaitu usia aki pendek. Mekanisme kerja aki menyimpan energi listrik yang akan disuplai ke rangkaian komponen kelistrikan di motor. Seperti lampu rem depan-belakang, sein kanan-kiri dan elektrik starter. Sedang kiprok sederhananya mengubah arus AC dari sepul pengapian menjadi DC yang akan dispulai ke komponen lain kayak penerangan motor.

Ubahan dari AC ke DC lewat kiprok yang bocor akan membenani penyimpanan energi listrik di aki. Kelamaan, sel-sel di rangkaian komponen aki rusak. "Mesti dicurigai kalau aki sudah tekor berarti pengisiannya bermasalah. Kemungkinan besar kiprok sumber problemnya," ulas Handy Hariko, Deputy General Manager Technical Service PT Astra Honda Motor (AHM), Jakarta.

Diagonis selain baterai sering tekor bisa dilihat usia pakai lampu penerang. Beban arus yang berlebihan dari kiprok akan mempercepat usia komponen kelistrikan. "Paling gampang lampu sein kanan-kiri. Kalau lampu suka ganti, bisa jadi dari kiprok masalahnya," ungkap Handy yang berkantor di Sunter, Jakarta Utara.

Masalah kiprok bawaan motor paling mendasar muncul karena soket kabel enggak dipasang dengan baik. Soket longgar bikin tegangan gak stabil.

Tegangan yang nggak stabil terus-menerus bikin masalah di regulator rectifier. “Rangkain komponen di kiprok mayoritas IC. Kalau salah satu IC-nya bermasalah, akan muncul kiprok bocor. Bahasa tekniknya kiprok rusak,” jelas Handy.

Terus, penambahan daya dari komponen seperti lampu dan klakson berisiko kiprok bocor. Pasalnya, daya lebih tinggi dibanding bawaan motor akan memunculkan problem di komponen kiprok.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar